Menggenggam Cahaya

Just another WordPress.com site

Adakah Yang Bisa Menerima Lenganku Yang Separuh Ini?

on November 3, 2011

Di senja pagiku dengan mengayuh panganan siang
Berlabuh ke ujung muara pantai padang nan terik
Begitu halnya katup mata yang tersisa di seperempat jalan
Menatihkan langkah ke kaki bukit siti nurbaya
Hingga tingginya membubungkan hati ke puncak airmata, rindu yang membuncahkan dada

Dikelopak daun itu masih tersimpan sentuhan semampai
Bila hujan berdatangan ranting-rantingnya yang rapuh melenguhkan isak
Dan isak-isak itu hilang setelah magrib petang
Mengulang hidup ke angka nol

Menata hati yang dua tahun lalu berabu
Terbakar bersama airmata ibu ditengah hujan
Menata hidup dari bayi
Terlahir dari resah yang menyedihkan,menyepi sendiri

Bila musim berhari raya, maka akulah penunggu hujan di gunung padang
Bila padangku berdendang, maka menepis hatiku kedasar muara karang
Bila gunung padang berdoa bersama sungai kuranji yang mengaliri setetes darahku, aku diam

Painan, 24 Agustus 2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: