Menggenggam Cahaya

Just another WordPress.com site

LELAKI SERIBU JIWA, LELAKI PENODA CINTA

on November 3, 2011

Dia tak pernah mengerti sekubik duri yang ditancaknya disini
Dan parahnya lagi, ketika duri itu telah menanahkan daging-dangingku,
Dia malah tidur

Inikah kamu terlahir baru
Atau aku yang buta membaca matamu, neraka sekali sekarang ku rasa

Dia ingin aku bersenandung tiap malam
Dia ingin aku menelantang mengadah bintang
Apa-apaan semua remukan ini

Dengannya bias dia berlalu
Tanpa rasa salah, setetespun tidak

Ah,kecaman rindu meraih pucuk lukaku
Akar-akar hati yang mati menggenaskan
Segumpal darah yang membatu
Bagaimana tidak?
Coba bayangkan,
Pertama-tama : ladang yang gersang disiramnya dengan air penabur cinta
Pelan-pelan rimbun mengikuti musim
Lalu ranum menyejukkan dahaga
Sekarang, apa?
Pertama-tama itu tidak untuk kedua, ketiga atau kesejuta lainnya
Tidak, dan tidak akan pernah!

Dia, lelaki seribu jiwa
Dia,lelaki penoda cinta
Pergi sesuka tanpa sepatah
Ya, baiklah…mari kita lalui sore dengan diam bertanya-tanya

Belimbing (padang), 08 maret 2011
21:49 wib
–ruang sunyi sebelah kanan–


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: