Menggenggam Cahaya

Just another WordPress.com site

MENGEPUL CAHAYA

on November 3, 2011

Disana pernah hadir beberapa airmata
Disana juga tercipta gunung asmara
Tetapi disanalah dendam mengalir sehangat lava
Disana, di tempat yang hatiku pernah padam berkali-kali

Mungkin beberapa sore aku sering menziarahi petang
Menyudutkan kelam di bilah bebatuan karang
Pernah berucap tentang harapan
Hingga sesenggukan mengenang rinai yang semakin berdatangan

Hari itu jantung mengitari ke angka nol
bersusah-susah ke ujung yang tak berujung
Terhenti pada liku tikungan yang sama
Ah, bilalah sampainya masa itu

Tak ada yang percaya bahwa setiap purnama aku selalu kehilangan bahasa
Membius diri di kelam yang tak bertuan
Tak ada peduli jika setiap malam aku selalu mengumpulkan kepingan harapan
Tertatih diantara temaram lilin seujung
Musim yang bergerimis di kota Padang
Selamatkan jalan

Painan, 27/08/2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: