Menggenggam Cahaya

Just another WordPress.com site

SEDERET PISAHAN HATI

on November 3, 2011

Seramai apapun kota Padang hari ini
Tetap saja hatiku lusuh
Pernah beberapa kali terapung-apung
Kadang-kadang tenggelam di terik siang
Kala itu tiba-tiba berdentuman seiring azan
Lagu cinta yang hilang di seperempat malam

Bilamana aku berjalan sendiri
Mencumbui bayang sekepalan malam
Meniduri desir ombak yang berdendang-dendang
Lalu rinai menghampiri, menegur di kelopak mata
Maka bersamaan dengan itu, ia berlari dengan derai air mata
Membasahi gores yang suatu kali itu terhunus pada hati

Inikah jalan itu
Penuh dengan lorong gelap temaram
Sesekali terang tapi tiba-tiba padam
Waktu di pagiku telah menyenja
Meski di setiap sajak banyak yang mengobar api cinta
Sayangnya pengorbananku tidaklah melebihi dari sebuah cerita malam
Mengapa?
Ia membenam bersama dendam dan dendang

Painan,26/08/2011


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: