Menggenggam Cahaya

Just another WordPress.com site

TENTANG SEORANG DAN WAJAH RINDU

on November 3, 2011

Ketika ia memintaku menuliskan seribu coretan rindu
Maka segera aku lekaskan tinta ini menggoresnya
“saat engkau datang,maka segera kuhapuskan rindu dari dadamu”
Sebelum wajahnya yang ranum menyusup lebih dalam
Dan ku persilahkan ia berbalik pulang

Hari ini hujanku datang
Menemani petang hingga keperaduan tenang
Tentang lembar yang belum usai aku tulis,maaf
Ini takkan ku lanjutkan
Terlalu banyak teruji besi yang menusuk langkahku
Tangan yang terlalu kaku untuk mengiaskan rindu

Sesaat ku pandang senyumnya dibalik jeruji besi
Ia memana butiran yang mengalir lembut diantara kaca, matanya yang berkaca-kaca
Ialah yang pernah memangut rinduku
Ketika tangannya memetikan gitar tua yang bertahun tersandar debu
Sewaktu alun buai suaranya merinding roma,sekali hela dan tenggelam aku ke raganya

Lini berganti 3 tahun yang lalu
Menatap petang di tempat perpisahan
Masih sama dengan ombak yang dulu
Masih ada jembatan hati tempat aku dan nya berseru cinta
Mungkinkah masih samakah rasa?
Ah,semakin lelah aku bertanya-tanya
Sudahi malam ini

Belimbing (Padang), 02 Maret 2011
21.10 wib
-Ruang sunyi sebelah kanan-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: